Cara Budidaya Ikan Nilem agar Cepat Besar dan Sehat

Cara budidaya ikan Nilem atau sebutan lainnya Mangut Ata Melem mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pembudidaya guna memenuhi kebutuhan untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Pasalnya jenis ikan ikan sangat mudah ditemukan pada perairan tawar Asia Tenggara terutama di Pulau Jawa.

Cara Budidaya Ikan Nilem yang Efektif

Ikan nilem masuk dalam komoditas ikan air tawar yang cukup unggul serta memiliki ciri khas pada dagingnya dengan kandungan sodium glutamate sehingga membuatnya terasa gurih. Maka tak heran jika sangat diminati oleh banyak orang dan menjadikan peluang usahanya terbuka. Berikut ulasannya


1. Menyiapkan Tempat Pembudidayaan

Sebelum membahas lebih jauh lagi tentang cara budidaya ikan nilem, langkah awal yang harus anda lakukan adalah menentukan lokasi pembudidayaannya. Pastikan bahwa tempat pembuatan kolam berada di dataran tinggi atau sekitar 150 hingga 1000 meter dari permukaan laut.

Setelah anda menentukan lokasi pembuatanya dan sesuai dengan ketentuan, langkah berikutnya adalah memilih media pembudidayaan ikan nilem. Ada beberapa jenis kolam yang bisa digunakan, mulai dari terpal, tanah ataupun semen. Apapun metodenya, pastikan dibuat secara baik dan benar.

2. Pembuatan Kolam

Jika anda memilih untuk menggunakan kolam tanah sebagai tempat pembudidayaan ikan nilem, setelah proses penggalian sebaiknya untuk didiamkan terlebih dahulu selama 2 minggu. Setelah dipastikan benar-benar kering dan terlihat pecah-pecah taburkanlah kapur sekitar 50 kg ke bagian dasar kolam.

Proses penaburan kapur bertujuan untuk membersihkan berbagai macam bakteri salah satunya yaitu Patogen. Jika sudah dipastikan benar-benar bersih, isilah air hingga penuh lalu diamkan selama kurang lebih 3 malam. Pastikan sirkulasi atau keluar masuknya air dapat berjalan dengan lancar.

3. Pemijahan Ikan Nilem

Cara budidaya ikan nilem berikutnya adalah proses pemijahan serta memilih induk nya. Melalui tahapan ini, maka anda tidak perlu membeli bibitnya karena bisa membentuknya dengan mandiri. Namun, pastikan bahwa indukan telah berusia sekitar 1 sampai 1,5 tahun dan sudah matang gonad.

Untuk memulai proses pemijahan cara tidak begitu sulit dan sama seperti jenis ikan umumnya. Siapkanlah sebuah kolam khusus yang sudah ditumbuhi lumut dan juga tanaman air lainnya. Pasalnya, komponen tersebut akan menjadi sumber persedian pakan alami bagi calon bibit hasil dari pemijahan.

4. Proses Pemeliharaan Ikan Nilem

Setelah dilakukan proses pemijahan, tahap berikutnya adalah tahap pemeliharaan. Pastikan bahwa air memiliki kualitas yang baik guna mendukung pertumbuhan ikan nilem secara cepat dan optimal. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk memberikan komponen alami tambahan seperti lumut ataupun tanaman air.

Dengan menambahkan tanaman air serta lumut maka pasokan oksigen di dalam kolam akan terpenuhi secara maksimal dan memancing tumbuhnya mikroorganisme guna pakan alami ikan. Selain itu, anda juga dapat menggunakan pakan buatan seperti pelet dengan kandungan gizi nutrisi yang cukup.

5. Panen Ikan Nilem

Jika semua proses dilakukan dengan baik dan benar maka hasil dari pemanenan pun sangat menguntungkan. Masa panen ikan nilem dapat berlangsung apabila ikan sudah berusia 3 bulan terhitung sejak tahap pemijahan.

Untuk melangsungkan proses panen, langkah awal yang harus anda lakukan adalah mengurangi volume airnya terlebih dahulu. Setelah itu, mulailah tahap pengangkatan ikan dari kolam secara perlahan. Gunakanlah alat berbahan halus agar tidak melukai tubuhnya.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai beberapa cara budidaya ikan nilem. Apapun jenis kolam dan metode yang anda gunakan, pastikan bahwa tidak ada satu pun langkah yang dilewatkan. Pasalnya, hal tersebut akan mempengaruhi kualitas masa panen nantinya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *